WAAASSSEEEMMM
Posted by Unknown at 03.28 1 commentsRabu, 26 Mei 2010
CURHAAT
Posted by Unknown at 23.17 1 commentsSelasa, 25 Mei 2010
ehm, kemarin aku mimpi buruk. Buruk di situ artinya bukan seperti setan, melainkan suatu kejadian yang sangat membuatku sedih *lebay.
gara2 mimpi itu, g tau kenapa perasaanku g enak terus menyangkut orang yg aku mimpikan itu. Aku selalu ngerasa akan terjadi suatu hal yg tdk mengenakan bagi orang yg aku mimpikan itu. Dan ternyataa, beneran ada kejadian yg membuat orang itu sedih kek, jengkel kek, ya pokoknya membuat dirinya g enak. Dan kejadian itu g hanya satu.
Aduuh, kok rasanya aku dekeet bgt ya sama orang itu. Kayak kakak sama adik aja hihi. Aaah, kok aku mlh ngguyu ya? janjan. Kenapa ya? Eh, kok perasaanku semakin dag dig dug der to? apa ini? haduuh.
Ya Allah, semoga kejadian yg ada di mimpiku ini g jd kenyataan. Amiin. Dan semoga, orang yg aku maksud g tau, karena aku takut jika orang itu tahu dia akan menjadi gimanaa gitu. Amin amin ya rabbal alamin
Arti Sahabat
Posted by Unknown at 20.56 2 commentsSenin, 24 Mei 2010
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Sahabat akan selalu ada disaat kita butuhkan. Sahabat akan dengan senang hati menemani kita disaat kita meminta, melakukan apa saja yg membuat kita senang walaupun terkadang itu menyakitkan dirinya sendiri.
Betapa bodohnya kita jika kita tidak sadar jika terkadang kita menyakitkan mereka, jika kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya sahabat kita sangat menyayangi kita, jika kita tidak menghargai apa yg sahabat kita beri ke kita.
Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABATMU
Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu
TRUST YOUR FRIENDS. THEY ARE SUPERHEROES WHO WILL CATCH YOU WHEN YOU FALL
Bersyukurlah karena kita masih dapat merasakan bagaiman rasanya memiliki sahabat dan menjadi sahabat
From : Kumpulan renungan - Arti Persahabatan
dengan perubahan seperlunya
Hari Penghabisan
Posted by Unknown at 06.27 2 commentsSampai sekolah, ternyata teman gue Ika dan Sonny udah tau jg kalo mereka pd lolos. Waah, di kelas jd pada pesta pora senang- senang. Aku dan kawan- kawan pun tak lupa sujud syukur. Habis pesta pora dan sujud syukur, kami *khususnya aku dan ika masih termenung g percaya. Jelas aja kita g percaya, karena soalnya tu mematikan bgt! Udah deh, habis udah g termenung, kami [anak2 9b yg waktu itu ada di kelas] nyari kesibukan. Naah, untung si Petra bawa kartu ya udah deh kita maen Teplek Nyamuk aja. Haduuh, para pemainnya pada habis2an neplek. Waktu lg enak2nya main, tiba- tibaa 'kreeek' pintu kelas kami terbuka. Semua orang terpaku melihat sesosok manusia yg masuk perlahan sambil membuka pintu lbh lebar. Ternyataa, Wali Kelas kami tercinta, Bu Riva. Eh tiba2 aja Bu Riva ngmg "eh kalian tu pada main apa itu? kartu ya? masukkan! g boleh tau main kartu!" yaah dgn berat hati kami g menghentikan permainan kami. Setelah Bu Riva selesai menyampaikan sesuatu, aku ika brigitta dan petra memutuskan untuk ke rumah Petra. Ya udah deh, kita langsung berangkat ke rumah Petra.
Di perjalanan, saat hampir melewati Java Mall, kami punya pikiran 'apa ke JM aja yaa?'. Kebingungan pun melanda. Saat kami sedang berpikir dan saling berdebat, tiba- tiba terdengar suara 'KIRI PAK' eeh, dengan sepenaknya saja si Petra ngmg kaya gitu. Dengan wajah bingung, kami saling bertatapan di dalam kesunyian. "Eh, piye ki? medun rak? medun wae yok, ngko kan nek dw rak sido ning JM dw kan iso ning omahe Brigitta" kata Petra. Ya sudah, kami akhirnya turun dari angkot dan lgsg masuk ke JM. Pertama, kami mengunjungi NAUGHTY apa apa ya? lupa aku. Kita tu mau sok2an girly gitchu. Terus, lanjut ke GAME FUN. Di sana, kami habis2an uang. Habis puas maen, kita lanjut ke GRAMEDIA. Di sana, aku dan Ika membaca komik MIIKO, lalu Brigitta dan Petra membaca apa gitu g jelas hhe. Habis Petra dan Brigitta selesai baca, mereka menyusul aku dan Ika. Pertamanya, aku dan Ika udah enak2e duduk ndlosor g ketawan lo, bar kepet (Petra) dan beldi (btigitta) duduk di sebelah kami, kami jadi ketawan deeh yaah yoweslah dewe jadi habis2an isin. Habis puas baca, kami pun ke Mc Donald. Sakjane, yg mau beli ice- cream cuma aku tok lo, gara2 g enak sama mas2nya jd pada beli semua deh haha. Setelah ice creamnya habis, kami telas mempunyai BIG DECISSION yaitu maen ku rumah KEPET.
Di rumah Petra kami main sampai sore. Sakjane, kami udah mau plg jam 4an, tapi tiba2 beldi ngmg kalo pengumuman UN udah keluar. Tanpa pikir panjang kita langsung memutuskan untuk pergi ke warnet. "Haduh, py ki? kunci omahku kok rak ana? py meh ngancing?" kata petra panik. Karna kami udah panik, kami g bisa mikir panjang. Petra dengan mantabp ninggalin rumahnya dalam keadaan terkunci. Kami berangkat ke warnet naik sepeda ---> beldi dan sepeda motor ---> petra, ika, aku. Beldi brgkt duluan karena dia naik sepeda. Lalu, g lama kemudia aku ika petra berangkat menyusul beldi.
Sampe warnet, ternyata beldi blm nyampe. Waah, jelas kami tmbh panik to ya. Petra akhirnya nyari beldi sendirian dan aku sama ika lgsg nyari di internet. G lama kemudian kepet datang dengan tangan hampa. "Beldi ndi?" tanya ika. "Mboh, wes tak goleki rak ana. py ki?" jwb kepet. Akhirnya gantian Ika yg nyari. Dan akhirnyaa Beldi ketemu yeee. Eee wajahe beldi medeni nda. Koyo nesu2 meh nangis ngono. Beldi akhirnya cerita yg sebenarnya. Aku ika kepet meh ngguyu sakjane, tapi wedi mbek beldi. Eh, tiwas koyo ngono ternyata pengumumane rung metu. NGGONDUK. Yasudah, kami pun cepet2 pulang ke rumah masing masing. Eh, ternyata udah hmpr jam 6, dan udah g ada bis untuk pulang ke rumah ku. Aduuh, stres ki aku. G cuma aku tok deng. Ika dan beldi pada stres jg pd takut nek dimarahi. Akhirnya, aku dan ik bisa dijemput. Lalu, beldi brg aku sampe pasar kambing. Dan ALHAMDULILLAH kami g dimarahin haha :D
I like that statement (so?)
copied from: http://weheartit.com/entry/2289916
Harapan Seorang Anak
Posted by Unknown at 02.18 0 commentspasti semua makhluk hdp pny harapan, atau mungkin makhluk matipun jg pny harapan
%%%
di bawah ini adalah harapan seorang anak (khususnya aku) :
orang tua kta pasti pgn yg trbaik untuk kita,
mereka bhkn rela mengorbankan apapun demi kita, mereka akan trs berusaha untuk bs membahagiakan kt hingga mereka tak sanggup lagi.
namun, apa yg kta lakukan setelah semua itu dikorbankan?
kta malah menyianyiakan itu semua,
kta tak berterima kasih kpd ortu kt,
atau bhkn kta tak menganggap apapun yg diberikan oleh ortu kt,
tapi,
kini aku mulai sadar kalo mereka melakukan semua itu untuk kebaikan kita, untuk masa depan kita,
kini, aku ingin membahagiakannya,
tapi apa hasilnya? yg ada aku hny menyakiti hatinya,
terkadang, aku berpikir,
"semua yg aku lakukan selalu aja salah, aku pengin mereka bangga karena aku tapi g bs, aku pgn mereka tersenyum karena melihat anaknya yg berhasil, tp salah lg"
knapa? knapa semuanya serba salah??
aku ingin membalas semua jasa jasanya,
tapi,
aku takut jika yg aku lakukan salah lagi,
aku takut jika itu hny membuat mereka kecewa
dan tersakiti lagi,
aku tak ingin semangat mereka untuk membagahiakanku, mensukseskanku
hilang karena semua yg ku lakukan,
aku tak ingin melihatnya menangis karena melihat aku gagal,
aku tak ingin menjadi anak yg tak berguna bg ortuku, aku tak ingin hny menjadi sampah saja,
tak dapat digunakan untuk apapun , yg bs dilakukan hny memalukan dan mengotori nama ortu saja.
ya Allah,
hanya satu pintaku,
aku ingin bisa membanggakan kedua ortuku,
tolong kabulkan pintaku itu ya allah,
amin
bapak, ibu
maafin aku ya kalo selama ini aku punya salah sama kalian,
makasih ya, karena selama ini kalian uda sbr dlm membesarkanku,
love you mom, love you dad :')
NB: copied from my notes in facebook
Ayah
Posted by Unknown at 01.40 0 commentsNaah, kalo ada Ibu pasti ada Ayah. Ini lagu adalah salah satu lagu favorit saya.
Mendingan, kalian download aja deh. Click Here
LOVE YOU DAD
IBU
Posted by Unknown at 22.10 3 commentsMinggu, 23 Mei 2010
LOVE YOU MOM
Drama Konyol
Posted by Unknown at 18.31 2 commentsDi adaptasi dari cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih
M1 : Ibu Kandung Bawang Putih (Mega)
A1 : Ayah Bawang Putih (Andika)
C1 : Ibu tiri Bawang Putih (Corry)
M2 : Bawang Merah (Mega)
O : Bawang Ungu (Rahmatika)
Y : Bawang Putih (Yasinta)
I : Pangeran (Rayvivant)
A2 : Ayah pangeran (Andika)
C2 : Tabib (Andika)
Jaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri yang hidup bahagia. Kebahagiaan itu bertambah karena sang istri sedang mengandung. Beberapa bulan kemudian sang istri melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik
M1: “Bayi kita sangat cantik parasnya. Akan kunamakan dia bawang putih. Indah bukan kakanda?”
A1 : “Nama yang indah, adindaku”.
Selang beberapa bulan, sang istri meninggal dunia.
A1: “Aku akan selalu merindukanmu istriku tercinta”.
(Di pemakaman, Andika menggendong bayi sambil menangis)
***
Setelah kepergian sang istri, sang suami membesarkan putrinya seorang diri. Saat bawang putih meginjak usia 13 tahun, sang ayah bertolak ke luar
A1: “Bawang putih anakku, perkenalkan ini istri ayah, dan yang ini saudara- saudara tirimu. Maafkan ayah tidak memberi tahumu terlebih dahulu”.
(Menunjukkan orangnya)
C1: “Oh, jadi kau yang bernama Bawang Putih? Sungguh cantik parasmu wahai putriku sayang. Matamu imdah bagai berlian, sangat menawan”.
(Mengelus wajah Bawang Putih)
Y: “Te..terimakasih bu”.
M2: “Hai putih. Namaku Bawang Merah. Salam kenal”.
(Mengulurkan tangan)
Y: (Menjabat tangan dan tersenyum)
C1 : “Ayo perkenalkan dirimu Bawang Ungu!”
O: “Hai putih! Aku Bawang Ungu”.
(Mengulurkan tangan)
Y : (Menjabat tangan dan tersenyum)
Beberapa bulan setelah keluarga baru Bawang Putih hadir, nasib
C1: “Si tua bangka itu tidak begitu berguna. Cuma menghabiskan makanan dan uang saja! Lebih baik dia ku singkirkan saja, agar dapat santunan dari kerajaan.. Hha…”
Di teras rumah.
A1: “Ibu!”
(Duduk sambil membaca koran)
C1: “
A1: “Tolong buatkan teh hangat ya Bu!”
C1: “Iya kakanda”.
(Pergi ke dapur lalu membuat teh dan mencampurnya dengan racun)
C1 : “Ini minumannya kakanda. Silahkan diminum”.
A1 : “Terima kasih istriku”.
C1 : “Hahaha…Kau pasti mati dengan racun itu tua bgka busuk!”
(Bergumam)
Perbuatan jahat sang ibu tiri ternyata diketahui oleh putrinya, Bawang Ungu.
(Ayah sekarat)
C1 : “Tolong… Tolong… “
(Memanggil anak- anaknya)
O: “A…ayah. Apa yang ibu lakukan?”
(Memandang ibunya dengan tatapan penuh amarah)
C1: “Memang apa yang kau pikirkan? Apa mungkin aku tega membunuh suamiku sendiri?
(Memandang dengan tatapan tak tahu apa- apa)
Di pemakaman
Y: “Ayah…Kenapa begitu cepat kau meninggalkan kami?”
(Menangis tersedu- sedu)
M2: “Cepat juga ya si tua bangka itu mati!”
Y: “A…apa yang kau katakan bawang merah?!”
0: “Bawang merah! Jangan bilang begitu, bagaimana pun dia ayah kita juga”.
C1 : (kipas2)
Setelah kepergian ayahnya, kehidupan Bawang Putih berubah 180 derajat. Ia diperlakukan sebagai pembantu oleh Ibu tirinya dan Bawang Merah. Hanya Bawang ungu lah yang senantiasa membantunya.
M2: “Heh, BAWANG PUTIH BUSUK! Kesini kamu! Baju ku yang ini belum di cuci!”
Y: “Ma…maaf. Aku lupa… Sini..biar aku cuci sekarang”.
M2: “Kamu gila?! Ini jam berapa?! Aku harus pergi jalan- jalan sekarang! Pasti tidak akan sempat B0DOH! Ibu!!!”
(Memukul Bawang Putih)
C1: “
M2: “Lihat bu! Bajuku belum dicucì, padahal mau ku pakai sekarang!”
(Sedikit manja)
C1: hm.. Ya sudah.. Biar ibu bli bju bru bsk. Bgaimana? Stuju? Tp jgn marah..
M2: “Terima kasih Bu! Dan buat kau putih busuk! Selesaikan pekerjaanmu sekarang!”
C1: “Apa kau tuli? Cepat pergi dan cuci pakaiannya!”
O: “Sudahlah bu! Jangan terlalu keras!”
M2: “Diam kamu! Janganlah kau membelanya terus- terusan!”
O: “Tapi kak! Diakan bukan pembantu! Jadi kau tak bisa seenaknya saja menyuruh- suruhnya seperti itu!”
Y: “Sudah, hentikan semua itu! Baik, aku akan mencucikan baju itu”.
(Meninggalkan Bawang Merah dan Bawang Ungu, lalu menuju sungai)
Di sungai. Saat sedang mencuci.
Y: “Wah, Apa itu?”
(Mengambil bungkusan kecil yang hanyut di sungai. Lalu membukanya)
Y: “Tida…k, aku menemukan sebuah biji emas! Apa yang harus aku lakukan?”
Akhirnya, Bawang Putih memutuskan untuk menanam biji emas itu di tamannya.
***
Pada suatu hari di Kerajaan
I: “Ayah, sebenarnya ayah sakit apa? Kenapa sampai sekarang ayah tak kunjung sembuh?”
(Menatap sedih ayahnya yang berbaring tak berdaya di atas kasurnya)
I: “O iya, kenapa aku tak tanya kepada tabib saja? Siapa tahu dia tahu obat untuk menyembuhkan ayahku?”
(Pangeran pergi menemui tabib)
Di rumah tabib
I: “Tabib… Tolong saya! Ayah saya sakit keras, apa yang harus saya lakukan?”
C2: “Baiklah pangeran, saya akan menolongmu. Sekarang, antarkan saya kepada sang Raja!”
Lalu, Sang Pangeran dan Tabib menemui Sang Raja
Di Kerajaan
I: “Apa yang harus saya lakukan?”
C2: “Kau harus mencari buah emas dari biji emas. Lalu, juslah buah itu dan minumkanlah kepada ayahmu. Tapi, untuk mendapatkan buah itu, kau harus benar- benar sabar. Jika tidak, kau tak akan bisa menemukannya. Untuk hal yang satu ini, saya tak bisa menolongmu. Maafkan saya tuan”.
(Meninggalkan pangeran)
Demi Sang Ayah, Pangeran pun segera mencari buah emas itu.
Hari silih berganti. Namun, Pangeran tak kunjung menemukan buah emas itu. Hingga pada suatu hari…
Di taman milik Bawang Putih
I: “Ahh…Sudah lama aku mencari. Tapi, buah itu tak kunjung ku temukan. Bagaimana ini? Aku berjanji, jika yang dapat membantuku menemukan buah emas itu laki- laki, akan kujadikan dia saudaraku. Namun, jika yang membantuku perempuan, akan kujadikan dia istriku”.
(Beristirahat di bawah pohon di taman milik Bawang Putih)
Tak lama kemudian, Bawang Putih muncul.
Y: “Siapakah gerangan disana? Mengapa aku tak pernah melihatnya?”
(Datang mendekati pangeran)
Y: “Hei, siapa kamu? Apa yang sedang kau lakukan di tamanku?”
I: “Ha? Masa kau tak tahu siapa aku?”
Y: “Ya ampun, kau ini pangeran? Apa yang anda lakukan di sini?”
I: “Saya sedang mencari buah emas untuk obat ayah saya. Saya sudah mencarinya berhari- hari. Tapi, buah itu tak kunjung kutemukan. Apakah kau tahu dimana buah itu?”
Y: “Apa? Buah emas? Saya punya tanaman itu. Mari saya antar!”
(Berjalan menuju pohon emas sambil berkenalan)
Y: “Ini pangeran”.
(Memberikan buah emas itu)
I: “Terima kasih, sebagai hadiahnya mau kah kau menjadi istriku gadis cantik?”
Y: “Terima kasih atas pujiannya pangeran. Tapi, apakah saya pantas menikah dengan pangeran yang kaya raya?”
I: “Sudahlah, apa yang kau ragukan? Kau ini cantik dan baik hati. Apakah itu belum cukup untukmengalahkan kekayaan ku?”
Y: “Baiklah Pangeran”.
Beberapa bulan kemudian. Di Kerajaan.
I: “Ayah, perkenalkan, dia adalah orang yang membantuku menemukan buah emas itu. Dia adalah calon istriku yang sering aku ceritakan kepada ayah”.
A2: “Waw, cantik sekali kau. Siapa namamu?”
Y: “Bawang Putih, Baginda Raja”.
A2: “Apakah kau punya saudara perempuan yang lain?”
Y: “Iya. Saya mempunyai dua saudara perempuan.
A2: “Bolehkah salah satu di antara mereka ku jadikan permaisuri ku?”
Y: “Saya tak dapat memutuskannya baginda. Saya akan mempertemukan baginda dengan kakak saya saja. Biar dia yang menentukan. Bagaimana?”
A2: “Baiklah”.
Beberapa jam kemudian. Di Kerajaan.
Y: “Ini kakak saya, baginda. Cantik bukan?”
A2: “Iya, cantik sekali. Siapa namamu?”
O: “Bawang Ungu baginda. Mengapa baginda memanggil saya?”
A2: “Apakah kau mau menjadi permaisuri wahai gadis cantik?”
O: “Tapi…”
A2: “Sudahlah, tak usahlah kau malu- malu. Putuskan saja”.
O: “Baiklah baginda”.
Beberapa bulan kemudian, diadakanlah pesta pernikahan antara Pangeran dengan Bawang Putih dan Raja dengan Bawang Ungu. Dan mereka pun hidup bahagia. Sedangkan Ibu tiri dan Bawang Merah dipenjara di bawah tanah.
SEKIAN
About My Dreams
Posted by Unknown at 06.44 3 commentsSabtu, 22 Mei 2010
Cita- cita gue tu banyak meen.
Aku punya cita- cita tu mulai SD. Waktu itu, cita- cita gue Arsitek cuuy, kalian tahu g? padahal tu aku g bisa gambar. Gambar gue tu pas2 an. Eeh, g tau kenapa gue pengen jadi arsitek.
Teruus, lanjut ke SMP. Waktu SMP cita2 gue berubah. Gue jadi pengen jadi dokter. Gue tu bayangin yg enggak2.
Yg gue bayangin:
pergi ke daerah pelosok yg kesehatannya kurang terjamin atau mungkin g terjamin. teruss, gue mau membangun sarana kesehatan di sana dan membuat masyarakat di sana jadi sehat semua. Jadi, angka kematian di Indonesia semakin kecil.
WAAH, MIMPIII KALI YEEE.
semoga ajee gue bisa ngewujudin itu semua. Amiin
Thanks God
Posted by Unknown at 05.59 0 comments2. Engkau telah memberiku saudara- saudara yg baik hati dan sayang sama aku.
3. Engkau telah memberiku teman- teman yang mau mengerti aku.
4. Engkau telah memberiku orang- orang di sekitarku yang memerhatikanku.
5. Aku lolos seleksi tahap pertama SMA N 3 Semarang pada tanggal 3 Mei 2010 [kalo g salah]dan sekarang aku sedang menjalani seleksi tahap 2.
6. Aku lulus, yee. Dan alhamdulillahnya, nem ku sesuai target ku, yaitu bisa mencapai min. 37,dan nem ku 37.8. ALHAMDULILLAH :D
intinya, THANKS GOD ATAS SEMUA YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA KU
BLOG BARU
Posted by Unknown at 00.57 0 commentsKamis, 20 Mei 2010
Assalamu'alaikum. Hai, this is my new blog.
